Friday, May 6, 2011

Semua Hal yang Berhubungan dengan Filsafat

Belajar filsafat bukan mengenai benar dan salah, tetapi mengenai bagaimana kita mampu menjelaskannya. Dalam perkuliahan filsafat oleh Bapak Marsigit, beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan mahasiswa. Berikut ringkasan soal beserta jawabannya:
1. Apakah fenomena itu berubah atau tetap?
Sagala sesuatu dalam filsafat tergantung dari sudut pandang kita masing-masing. Dalam berfikir filsafat itu sesuai dengan dimensi atau levelnya. Jika sesuatu itu tetap pasti dikaitan dengan Phermenides, sedangkan yang berubah pasti dikaitkan dengan Heraklitos.

2. Dalam salah satu elegi Bapak mendeskripsikan apa itu seksi, menurut Bapak yang bagaimana dan seperti apa orang bisa disebut seksi?
Seseorang bisa dikatakan seksi menurut Bapak Marsigit adalah orang yang mampu menarik perhatian dunia dan mempunyai pengaruh yang besar bagi dunia. Sebagai contoh adalah Barack Obama. Tidak hanya orang saja yang seksi, AS juga bisa dikategorikan seksi karena sebagai Negara adidaya AS mempunyai pengaruh yang besar terhadap Negara-negara lainnya.

3. Masih kurang paham mengenai incomentsurable.
Incomentsurable adalah kontradiksi dari comentsurable. Comentsurable adalah mengukur sesuatu dengan ukuran yang sama. Dalam hal ini Phytagoras menemukan incomentsurable dalam rumus Phytagorasnya yaitu dalam segitiga siku-siku kita dapat menunjukan panjangnya sisi siku-sikunya dengan bilangan bulat, sedangkan untuk sisi miringnya, tidak ada bilangan bulat yang menunjukan panjangnya sisi miring. Contoh lain dari incomentsurable adalah karyawan 1 dengan yang lainnya pasti berbeda, tidak bisa diukur dengan satu skala yang sama.


4. Apa pengaruh Hilbert dalam pendidikan matematika?
Hilbert adalah tokoh yang melahirkan strukur-struktur matematika seperti Aljabar Abstrak, Geometri, Kalkulus, Analisis Nyata, dll.

5. Bagaimana mengimplementasikan filsafat menurut Bapak?
Manfaat filsafat dalam pendidikan adalah kita bisa tahu kualitas secara bertingkat-tingkat. Kualitas pertama itu belum tentu yang terbaik. Dalam diri manusia kualitas pertama misalnya wajah, baju, make up, dll. Sedangkan kualitas kedua misalnya pikiran, cita-cita, dll.

6. Apa pendapat Bapak mengenai tema hantu di kelas RSBI tersebut?
Berfilsafat sesuai dengan dimensinya, tergantung apa, kapan, bagaimana kita memikirkannya. Jika kita anggap baik tema hantu itu maka akan baik dan mempunyai pengaruh positif bagi penghuninya. Namun jika dianggap buruk maka akan menjadi buruk dan berpengaru negative bagi penghuninya.

7. Apa yang dimaksud objek formal dan objek material?
Objek formal adalah suatu wadah sedangkan objek material adalah isinya. Ketika kita mempunyai air dan ditaruh ke dalam botol, maka botol merupakan wadah sedangkan air isinya. Objek formal bisa menjadi objek material misalnnya air ada di dalam botol dan botol ada di dalam ruangan. Botol yang semula menjadi wadah bisa juga menjadi isi.

8. Apa aplikasi belajar filsafat dalam kehidupan sehari-hari?
Dalam elegi sudah dijelaskan bahwa filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Kita ini termasuk ada, maka kita adalah filsafat. Dalam kehidupan sehari-hari itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada maka kehidupan itu filsafat.

9. Menurut Bapak lebih dulu mana antara ada dan yang mungkin ada?
Segala sesuatu tergantung darimana kita memandangnya, bisa saja lebih dulu ada atau bahkan sebaliknya. Dalan hal ini beliau memberikan contoh yaitu ketika beliau ingin menulis di papan tulis. Jika kita sebagai mahasiswa yang memandangnya maka lebih dulu yang mungkin ada karena kita tidak tahu apa yang akan ditulis, tetapi jika beliau yang memandang maka lebih dulu ada karena yang akan ditulis sudah ada di dalam pikirannya.

10. Apa manfaat pendidikan kartakter dalam pendidikan di Indonesia?
Pendidikan karakter adalah pendidikan oleh Pendidikan karakter sangat bermanfaat dalam dunia pendidikan, dengan pendidikan karakter maka karakter siswa akan terbentuk, potensi pendidikan karakter bertujuan untuk membentuk manusia seutuhnya yakni mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan, berakhlak mulia, berilmu, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

11. Bagaimana jika yang kita pikirkan menjadi kenyataan?
Berpikir berkaitan dengan terang. Terang dalam pikiran berarti kita telah berhasil dalam mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Terang dalam hatiku ketika tidak ada jarak antara aku dengan penciptaku. Terang dalam rumah tangga ketika menjadi keluarga saqinah, mawadah, warrrahmah. Ketika apa yang dipikirkan menjadi kenyataan, itu karena ada intuisi dalam diri kita, intuisi adalah kenyataan, sehingga intuisi menjadi foundasi berpikir. Berfikirlah positif agar jika yang kita pikirkan akan menjadi kenyataan, maka akan menjadi kenyataan yang baik sehingga tidak akan merugikan kita dan orang di sekitar kita, pikiran positif akan mendorong kita untuk memperoleh hal yang positif pula.

12. Bagaimana menurut Bapak peranan hermenitika dalam implementasi pendidikan karakter?
Hermenitika berhubungan erat dengan menerjemahkan dan diterjemahkan. Dalam hermenitika, pendidikan merupakan objek dan ada dalam pikiran kita untuk selanjutnya akan menerjemahkan makna dari pendidikan tersebut. Dalam memajukan pendidikan. Pendidikan karakter sangat penting. Implementasi pendidikan karakter akan mampu membentuk pribadi yang siap menghadapi berbagai macam tantangan dan saingan dari luar.

No comments:

Post a Comment